Covid-19 melandai, eduwisata Museum Subang kembali dibuka  

Objek eduwisata Museum Subang hadirkan sejarah dan seluk-beluk seputar wilayah Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat, yang telah terkenal dengan objek wisata Sari Ater dan buah nanas-nya.

Update: 2022-06-08 18:57 GMT
Sumber foto: Hari Nurdiansyah/elshinta.com.

Elshinta.com - Objek eduwisata Museum Subang hadirkan sejarah dan seluk-beluk seputar wilayah Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat, yang telah terkenal dengan objek wisata Sari Ater dan buah nanas-nya.

Setelah sempat tertunda karena pandemi, Museum Subang resmi dibuka untuk umum. Museum Subang yang bertempat di Gedung Wisma Karya Jalan Ahmad Yani resmi dibuka untuk umum setiap hari kerja mulai pukul 08-15.00 WIB, tanpa ada pungutan apapun.

Bapak Ahmad selaku sejarahwan dan pengelola Museum Subang mengatakan kepada Kontributor Elshinta, Hari Nurdiansyah bahwa museum ini dibangun sebagai upaya untuk melestarikan nilai-nilai sejarah dan kebudayaan di Kabupaten Subang. "Museum dipandang perlu sehubungan dengan banyaknya temuan berupa peninggalan kepurbakalaan, sejarah, dan nilai tradisional di Kabupaten Subang yang belum terawat," kata Ahmad, Rabu (8/6). 

"Sebelum berkeliling ke berbagai ruangan, pengunjung sudah memiliki gambaran mengenai koleksi apa saja yang ada di museum." ujar Ahmad.

Ada enam hall di Museum Subang. Termasuk ada ruang auditorium. Semua hall saling berkaitan. Secara berurutan menjelaskan sejarah Subang dari masa pra sejarah sampai terbentuknya Kabupaten Subang.

Dari ratusan koleksi, ada satu yang koleksi yang jadi masterpiece. Yakni Bejana Perunggu. dimana penemuan benda purbakala ini ditemukan di Kampung Tangkil, Desa Cinta Mekar, Kecamatan Serangpanjang.

Bejana perunggu merupakan peninggalan zaman perundagian. Di Indonesia zaman perundagian diperkirakan terjadi sekitar 3000 – 2000 tahun sebelum masehi seperti halnya wilayah lainnya di Asia Tenggara.

Tags:    

Similar News